Keberhasilan sumber daya dalam suatu Negara
sangatlah penting. Upaya dalam meningkatkan keberhasilan sumber daya suatu
Negara tidak lepas dari dunia pendidikan. Di era globalisasai ini sangat banyak
diperlukan tenaga pendidik yang mampu dalam mengasumsikan pendidikan kepada
muda-mudi bangsa dalam menghadapi problema di masa kini.
Guru adalah sosok yang
sangat berpengaruh dalam hal ini, tak dapat dipungkiri jika didunia ini tidak
ada sosok guru yang mewarnai dunia pendidikan maka berapa banyak yang buta
huruf dan angka pada saat ini. Guru bukan hanya berperan dalam mendidik dan
mengayomi tapi juga dalam pengelolaan kelas, dimana pada pengelolaan kelas ini
guru berperan sebagai motivator,fasilitator,demonstrator bagi siswanya. Bukan
hanya itu secara etimologi,
pengelolaan kelas dapat diartikan sebagai upaya merencanakan, mengorganisir,
mengarahkan, mengkoordinasi, dan mengontrol kelompok belajar yang dilakukan
oleh pembelajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Adapun tujuan dari pengelolaan kelas
diantaranya:
1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar
maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan pebelajar untuk mengembangkan
kemampuan semaksimal mungkin.
2. Menghilagkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi
belajar mengajar.
3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan
memungkinkan pebelajar belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan
intelektual pebelajar dalam kelas.
4. Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya
serta sifat-sifat individunya.
Dapat diambil contoh pengelolaan kelas dalam
materi pembelajaran fisika tingkat SMA dengan judul “Alat-Alat Optik” . Pada materi
pembelajaran ini peran guru dalam pengelolaan kelas dapat diawali mulai dari
cara guru tersebut dalam memulai pembelajaran. Dimana pada mulanya pembelajaran
dimulai dengan kalimat sapaan sehingga siswa merasa nyaman ketika kegiatan belajar
mengajar dimulai. Selanjutnya apabila minggu lalu ada tugas ataupun PR
hendaknya dikumpulkan dan dibahas terlebih dahulu agar dapat mengulang materi
di minggu lalu. Selanjutnya memulai materi.
Pada tugas kali ini penulis mengambil contoh
Alat-Alat Optik. Kita dapat melihat benda di alam ini menggunakan mata, namun mata juga
memiliki keterbatasan dalam melihat, sehingga manusia menciptakan alat bantu
penglihatan yang disebut alat-alat optic, adapun diantaranya: (1) Mata, (2)
Kamera, (3) In Focus, (4) Lup, (5) Mikroskop, (6) Teropong atau Teleskop, (7)
Periskop, dikarenakan materi dalam alat-alat optic ini sangat banyak, maka akan
digunakan sistem kerja kelompok. Dimana
pada materi Alat-Alat Optik ini guru menciptakan
kondisi – kondisi yang memungkinkan kelompok yang produktif, selain itu guru
juga harus dapat menjaga kondisi itu agar tetap baik. Mengapa harus kelompok ? dikarenakan untuk
lebih mempermudah siswa dalam pemahaman materi nantinya, sebab lain juga
bertujuan untuk membuat siswa semuanya dapat ikut berpartisipasi didalam kelas,
dan tidak ada yang pasif. pada materi alat-alat optic ini guru harus mampu
dalam mengelola strategi pembelajaran didalam kelas, dimana pada strategi
ini guru diharapkan mampu:
1. Memanajerialkan materi pembelajaran,
Dalam materi alat-alat optik ini guru harus mengkondisikan satu kelompok
mendapatkan berapa pokok pembahasan dengan melihat jumlah siswa yang ada
sehingga materi yang didapat sama rata.
2. Bagaimana strategi guru dalam
membangun kerjasama dengan siswa dalam proses belajar mengajar.
Dalam hal ini pada materi alat-alat optic guru haruslah menjalin hubungan
yang baik dengan siswa sehingga tidak adanya ketidak nyamanan siswa hingga
mengakibatkan hasil dari pembelajaran tidak sesuai tujuan, selanjutnya dalam
pembagian kelompok guru juga diharapkan mampu adil dan memahami latar belakang
siswa sehingga tidak adanya kelompok-kelompok didalam kelas, usahakan dalam
kelompok tersebut terdapat orang pintar,rajin, dan yang biasa-biasa saja
sehingga mampu saling melengkapi satu sama lainnya.
3. bagaimana Pemberian Motivasi belajar terhadap siswa.
Dalam proses pembelajaran motivasi sangat berpengaruh karena ada kalanya
siswa mengalami titik kejenuhan dalam menerima materi dalam pembelajaran
terutama pelajaran Fisika yang mempunyai banyak turunan rumus yang sulit untuk
dipahami secara ringkas. Disinilah peran guru harus terus menerus dalam
memberikan motivasi agar semangat siswa itu terus ada dalam belajar, sehingga
mendapatkan hasil yang memuaskan diakhir pembelajaran nanti.
Sehingga, untuk alat-alat optic ini agar tercapainya tujuan dari
pembelajaran maka strategi yang dipakai adalah strategi kooperatif, dimana
pada strategi ini digunakan rangkaian jegiatan belajar yang dilakukan oleh
siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang
telah dirumuskan. Ada 4 unsur penting dalam strategi ini diantaranya:
1. adanya peserta dalam kelompok
2. adanya aturan kelompok
3. adanya tujuan yang dicapai dalam kelompok belajar.
Strategi kooperatif ini
merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokkan/tim
kecil, antara 4 sampai 6 orang dalam tiap kelompok yang mempunyai lata belakang
berbeda, mulai dari kemampuan akademik,ras dan suku yang berbeda (heterogen). Dalam
hal ini siswa akan diberi reward apabila menyelesaikan presentasi sesuai syarat
yang sudah ada.
Selain itu dalam materi
alat-alat optic ini ketika pembelajaran berlangsung guru memperjelas terlebih
dahulu apa yang dimaksud dengan alat-alat optic secara umum dan seterusnya akan
di perjelas oleh siswa bagaimana penjelasan alat-alat optic itu secara
terperinci sesuai dengan materi yang mereka dapatkan tiap kelompoknya.
Jadi, intinya dalam materi alat-alat optic ini siswa diharapkan lebih aktif dan guru
hanya bersifat sebagai fasilitator yang mengarahkan mereka, sedangkan siswa
mengembangkan kembali materi tersebut dalam kelompoknya dengan mempresentasikan
hasil diskusinya dan dilanjut dengan sesi tanya jawab, sehingga siswa yang
pasif menjadi aktif dan yang aktif semakin aktif pula.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar