Keroppi - Sanrio

Selasa, 20 Desember 2016

CONTOH PENGELOLAAN KELAS DALAM MATERI "ALAT-ALAT OPTIK"



Keberhasilan sumber daya dalam suatu Negara sangatlah penting. Upaya dalam meningkatkan keberhasilan sumber daya suatu Negara tidak lepas dari dunia pendidikan. Di era globalisasai ini sangat banyak diperlukan tenaga pendidik yang mampu dalam mengasumsikan pendidikan kepada muda-mudi bangsa dalam menghadapi problema di masa kini.
Guru adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam hal ini, tak dapat dipungkiri jika didunia ini tidak ada sosok guru yang mewarnai dunia pendidikan maka berapa banyak yang buta huruf dan angka pada saat ini. Guru bukan hanya berperan dalam mendidik dan mengayomi tapi juga dalam pengelolaan kelas, dimana pada pengelolaan kelas ini guru berperan sebagai motivator,fasilitator,demonstrator bagi siswanya. Bukan hanya itu secara etimologi, pengelolaan kelas dapat diartikan sebagai upaya merencanakan, mengorganisir, mengarahkan, mengkoordinasi, dan mengontrol kelompok belajar yang dilakukan oleh pembelajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Adapun tujuan dari pengelolaan kelas diantaranya:
1.      Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan pebelajar untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
2.      Menghilagkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar mengajar.
3.      Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan pebelajar belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual pebelajar dalam kelas.
4.      Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individunya.

Dapat diambil contoh pengelolaan kelas dalam materi pembelajaran fisika tingkat SMA dengan judul “Alat-Alat Optik” . Pada materi pembelajaran ini peran guru dalam pengelolaan kelas dapat diawali mulai dari cara guru tersebut dalam memulai pembelajaran. Dimana pada mulanya pembelajaran dimulai dengan kalimat sapaan sehingga siswa merasa nyaman ketika kegiatan belajar mengajar dimulai. Selanjutnya apabila minggu lalu ada tugas ataupun PR hendaknya dikumpulkan dan dibahas terlebih dahulu agar dapat mengulang materi di minggu lalu. Selanjutnya memulai materi.
Pada tugas kali ini penulis mengambil contoh Alat-Alat Optik. Kita dapat melihat benda di alam ini menggunakan mata, namun mata juga memiliki keterbatasan dalam melihat, sehingga manusia menciptakan alat bantu penglihatan yang disebut alat-alat optic, adapun diantaranya: (1) Mata, (2) Kamera, (3) In Focus, (4) Lup, (5) Mikroskop, (6) Teropong atau Teleskop, (7) Periskop, dikarenakan materi dalam alat-alat optic ini sangat banyak, maka akan digunakan sistem kerja kelompok. Dimana pada materi Alat-Alat Optik ini guru menciptakan kondisi – kondisi yang memungkinkan kelompok yang produktif, selain itu guru juga harus dapat menjaga kondisi itu agar tetap baik. Mengapa harus kelompok ? dikarenakan untuk lebih mempermudah siswa dalam pemahaman materi nantinya, sebab lain juga bertujuan untuk membuat siswa semuanya dapat ikut berpartisipasi didalam kelas, dan tidak ada yang pasif. pada materi alat-alat optic ini guru harus mampu dalam mengelola strategi pembelajaran didalam kelas, dimana pada strategi ini guru diharapkan mampu:
1.      Memanajerialkan materi pembelajaran,
Dalam materi alat-alat optik ini guru harus mengkondisikan satu kelompok mendapatkan berapa pokok pembahasan dengan melihat jumlah siswa yang ada sehingga materi yang didapat sama rata.
2.       Bagaimana strategi guru dalam membangun kerjasama dengan siswa dalam proses belajar mengajar.
Dalam hal ini pada materi alat-alat optic guru haruslah menjalin hubungan yang baik dengan siswa sehingga tidak adanya ketidak nyamanan siswa hingga mengakibatkan hasil dari pembelajaran tidak sesuai tujuan, selanjutnya dalam pembagian kelompok guru juga diharapkan mampu adil dan memahami latar belakang siswa sehingga tidak adanya kelompok-kelompok didalam kelas, usahakan dalam kelompok tersebut terdapat orang pintar,rajin, dan yang biasa-biasa saja sehingga mampu saling melengkapi satu sama lainnya.
3.      bagaimana Pemberian Motivasi belajar terhadap siswa.
Dalam proses pembelajaran motivasi sangat berpengaruh karena ada kalanya siswa mengalami titik kejenuhan dalam menerima materi dalam pembelajaran terutama pelajaran Fisika yang mempunyai banyak turunan rumus yang sulit untuk dipahami secara ringkas. Disinilah peran guru harus terus menerus dalam memberikan motivasi agar semangat siswa itu terus ada dalam belajar, sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan diakhir pembelajaran nanti.
Sehingga, untuk alat-alat optic ini agar tercapainya tujuan dari pembelajaran maka strategi yang dipakai adalah strategi kooperatif, dimana pada strategi ini digunakan rangkaian jegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Ada 4 unsur penting dalam strategi ini diantaranya:
1.      adanya peserta dalam kelompok
2.      adanya aturan kelompok
3.      adanya tujuan yang dicapai dalam kelompok belajar.
Strategi kooperatif ini merupakan model pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokkan/tim kecil, antara 4 sampai 6 orang dalam tiap kelompok yang mempunyai lata belakang berbeda, mulai dari kemampuan akademik,ras dan suku yang berbeda (heterogen). Dalam hal ini siswa akan diberi reward  apabila menyelesaikan presentasi sesuai syarat yang sudah ada.
Selain itu dalam materi alat-alat optic ini ketika pembelajaran berlangsung guru memperjelas terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan alat-alat optic secara umum dan seterusnya akan di perjelas oleh siswa bagaimana penjelasan alat-alat optic itu secara terperinci sesuai dengan materi yang mereka dapatkan tiap kelompoknya.
Jadi, intinya dalam materi alat-alat optic  ini siswa diharapkan lebih aktif dan guru hanya bersifat sebagai fasilitator yang mengarahkan mereka, sedangkan siswa mengembangkan kembali materi tersebut dalam kelompoknya dengan mempresentasikan hasil diskusinya dan dilanjut dengan sesi tanya jawab, sehingga siswa yang pasif menjadi aktif dan yang aktif semakin aktif pula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar